Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) berhasil mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Dua medali perak berhasil diraih oleh delegasi mahasiswa dari Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan (TRKP) Sekolah Vokasi Undip dalam ajang ASEAN Innovative Science, Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2026. Kompetisi bergengsi ini mempertemukan para inovator muda dari berbagai negara ASEAN.
AISEEF 2026 menjadi ajang pembuktian kemampuan riset dan inovasi mahasiswa Undip di bidang sains, teknologi, dan rekayasa teknik. Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) ini merupakan platform penting bagi pelajar dan mahasiswa untuk mempresentasikan karya ilmiah inovatif mereka.
Raihan dua medali perak ini menegaskan kualitas riset dan inovasi yang dimiliki mahasiswa TRKP Sekolah Vokasi Undip. Prestasi ini sekaligus menunjukkan peran penting AISEEF 2026 sebagai forum bagi generasi muda untuk memperkenalkan penelitian yang berpotensi memberikan solusi bagi berbagai permasalahan global.
Delegasi TRKP Undip Sabet Dua Medali Perak
Keberhasilan tim mahasiswa Undip di AISEEF 2026 ditandai dengan perolehan dua medali perak dari dua tim yang berbeda. Kedua tim ini merupakan perwakilan dari Prodi TRKP Sekolah Vokasi Undip.
Kompetisi AISEEF 2026 mencakup berbagai kategori penelitian, antara lain fisika, energi, lingkungan, serta rekayasa teknik. Setiap peserta dituntut untuk mempresentasikan karya ilmiah yang telah mereka teliti sebelumnya di hadapan dewan juri internasional.
Penilaian dalam kompetisi ini didasarkan pada beberapa kriteria utama: tingkat inovasi, manfaat penelitian yang dihasilkan, serta peluang implementasi hasil riset tersebut di dunia nyata.
Dua Tim Mahasiswa TRKP Undip Berkontribusi
Tim pertama yang berjuang di AISEEF 2026 dipimpin oleh Riyan Dwi Saputra. Anggota tim ini meliputi Imam Tegar Kurniawan, Haykal Irfan Naufal, Ahmad Luthfy Albantany, dan Muhammad Fikri Darel Spin.
Sementara itu, tim kedua diketuai oleh Andhika Berliano Radya Nugraha. Tim ini beranggotakan Bima Panji Wirabumi, Shendi Setyawan, Surya Dias Saputra, Taufiq Putra Adinata, dan Fahrul Azmi.
Kedua tim ini mendapatkan bimbingan serta arahan yang berharga dari Dr. Zulfaidah Ariany, yang berperan penting dalam mendukung persiapan mereka.
Inovasi Pemanfaatan Limbah Plastik Laut
Ketua tim pertama, Riyan Dwi Saputra, mengungkapkan bahwa timnya mengajukan karya berjudul “Converting Marine Plastic Waste into Energy for Sustainable Maritime Transport.” Fokus utama dari penelitian ini adalah pemanfaatan limbah plastik yang mencemari laut untuk diolah menjadi sumber energi alternatif.
Inovasi ini dirancang sebagai solusi untuk mendukung sistem transportasi maritim yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Melalui penerapan teknologi yang dikembangkan, limbah plastik laut berpotensi diubah menjadi bahan bakar yang dapat digunakan sebagai sumber energi bagi kapal.
Melalui solusi ini, diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi tingkat pencemaran laut secara signifikan. Selain itu, inovasi ini juga menyediakan opsi sumber energi alternatif yang berkelanjutan untuk sektor transportasi laut.
SHIPLEX: Asisten AI untuk Navigasi Aturan Klasifikasi Kapal
Sementara itu, tim kedua menghadirkan sebuah inovasi bernama “SHIPLEX: Design of an AI-Based Assistant for Navigating Ship Classification Rules in Ship Design.” Inovasi ini merupakan sebuah platform yang didukung oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
SHIPLEX dirancang khusus untuk mempermudah proses klasifikasi dan navigasi terhadap berbagai regulasi yang berlaku dalam tahapan desain kapal. Ide pengembangan ini muncul sebagai respons terhadap kompleksitas aturan klasifikasi kapal dari berbagai badan internasional.
Aturan-aturan tersebut seringkali tersebar dalam dokumen teknis yang jumlahnya sangat banyak. Kondisi ini kerap kali membuat proses pencarian dan pemahaman regulasi menjadi rumit serta memakan waktu yang tidak sedikit.
Ketua tim kedua, Andhika Berliano Radya Nugraha, menjelaskan bahwa pengembangan SHIPLEX dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak industri perkapalan. Industri ini membutuhkan sistem digital yang mampu mengintegrasikan berbagai regulasi dengan proses desain kapal secara efisien.
Dengan memanfaatkan teknologi AI, SHIPLEX diharapkan mampu membantu para perancang kapal untuk mengakses aturan klasifikasi dengan lebih cepat, akurat, dan terstruktur. Hal ini pada akhirnya akan menjadikan proses desain kapal menjadi lebih efektif dan efisien.
