Unwahas Semarang Cetak Juara! Karya Atlet Gantikan Skripsi, Simak Caranya!

Unwahas Semarang Cetak Juara Karya Atlet Gantikan Skripsi Simak Caranya

Prestasi olahraga di lingkungan perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam mengharumkan nama almamater. Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menunjukkan perhatian mendalam terhadap pengembangan potensi atlet mahasiswa. Komitmen ini terlihat dalam upaya Unwahas untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian akademik dan non-akademik.

Rektor Unwahas, Prof. Dr. Helmy Purwanto, menyatakan apresiasi dan dukungan penuh terhadap para atlet mahasiswa yang telah menorehkan berbagai prestasi di bidang olahraga. Hal ini disampaikan dalam acara bedah buku yang merangkum perjalanan, dedikasi, serta perjuangan mahasiswa berprestasi, termasuk suka duka dalam mengharumkan nama almamater di kancah nasional maupun internasional.

Buku tersebut bertujuan untuk mengupas mentalitas juara yang diharapkan dapat menular kepada seluruh civitas akademika Unwahas. Prestasi para atlet kampus ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.

Prof. Helmy berpesan kepada para atlet mahasiswa untuk terus berlari cepat di lintasan dan berpikir tajam dalam setiap gagasan. Ia menekankan pentingnya menjadi atlet yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga kokoh dalam integritas.

“Jadilah atlet yang tidak hanya kuat fisiknya, tetapi kokoh integritasnya. Kemudian juga, membawa nama baik almamater di setiap langkah pengabdian,” ungkap Prof. Helmy.

Hadir mewakili Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof. Dr. Mahmutarom, memberikan apresiasi mendalam. Yayasan berkomitmen untuk terus memfasilitasi sarana dan prasarana guna mendukung perkembangan talenta muda Unwahas.

“Yayasan berkomitmen menyinergikan potensi atlet, dengan dukungan institusi yang kuat,” ujar Prof. Mahmutarom.

Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Dr. Muhlisin berharap literasi mengenai prestasi atlet dapat terdokumentasi dengan baik. Hal ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perguruan tinggi lain dalam mengelola bakat minat olahraga.

Lebih lanjut, Dr. Muhlisin menjelaskan bahwa tulisan para atlet tersebut diakui sebagai tugas akhir pengganti skripsi. Inisiatif ini merupakan upaya Unwahas untuk mendorong para mahasiswa dapat menyeimbangkan peran mereka sebagai atlet dan mahasiswa.

“Tulisan para atlet ini juga kami rekognisi sebagai tugas akhir pengganti skripsi, Hal ini, sebagai upaya mendorong mereka dapat menyeimbangkan tugas, sebagai atlet maupun mahasiswa,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top