Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) sukses menggelar Lomba Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Response Time pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kompetisi ini diikuti oleh tim pelajar tingkat SMA/SMK/MA se-Jawa Tengah, bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan medis.
Acara yang diselenggarakan di ruang teater kampus lantai 6 ini menjadi wadah bagi puluhan tim pelajar untuk mengasah kemampuan. Melalui simulasi kasus, para peserta ditantang untuk menunjukkan pemahaman prosedur BHD serta kemampuan merespons kondisi darurat secara cepat dan tepat.
Setiap sekolah mengirimkan satu tim yang terdiri dari empat siswa, di mana satu siswa berperan sebagai ketua tim dan tiga lainnya sebagai anggota. Penilaian mencakup berbagai aspek krusial dalam penanganan medis darurat.
Aspek-aspek yang diuji meliputi pemeriksaan keamanan lokasi atau 3A, pengecekan kesadaran korban, stabilisasi kepala dan leher, penanganan perdarahan, pemasangan *neck collar*, tindakan CPR, hingga penanganan fraktur dan proses evakuasi korban. Kecepatan respon tim juga menjadi faktor penentu dalam penilaian.
Kompetisi ini diselenggarakan sebagai upaya UNTS untuk meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda. Para pelajar dinilai memiliki potensi besar sebagai garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama sebelum bantuan medis profesional tiba.
Lebih dari sekadar kompetisi, acara ini menjadi ajang edukatif yang berharga bagi para siswa. Mereka dapat belajar dan berlatih langsung dalam skenario yang menyerupai kondisi darurat sebenarnya.
Sebanyak enam tim berhasil meraih predikat terbaik dalam lomba tersebut, dengan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp 10 juta. Selain hadiah tunai, para pemenang juga berhak atas trofi, sertifikat, dan berpeluang mendapatkan beasiswa pendidikan di UNTS.
Tim Wong Sukses dari SMA Negeri 3 Surakarta berhasil keluar sebagai juara pertama. Disusul oleh Tim Gemilang dari SMK 17 Temanggung yang meraih posisi kedua, dan Tim GFG dari SMA Krista Mitra di peringkat ketiga.
Sementara itu, Tim PMR Wira SMANSAGU dari SMA Negeri 1 Guntur meraih juara harapan pertama. Posisi juara harapan kedua ditempati oleh Tim Aksi Merah dari SMA Negeri 1 Toroh, dan juara harapan ketiga jatuh kepada Tim Cicacuw dari SMA Negeri 1 Gubug.
